Berlatih gym saat puasa sering dianggap berat karena tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman selama berjam-jam. Padahal, dengan strategi yang tepat, latihan tetap bisa dilakukan secara aman dan efektif tanpa membuat energi drop. Kuncinya adalah memahami waktu, jenis latihan, serta pengaturan nutrisi yang sesuai dengan kondisi tubuh saat berpuasa.
Berikut ini panduan lengkap cara latihan gym saat puasa agar energi tetap stabil dan tubuh tetap bugar.
1. Pilih Waktu Latihan yang Tepat
Waktu latihan sangat berpengaruh terhadap performa. Ada dua waktu terbaik untuk gym saat puasa. Pertama, 1–2 jam sebelum berbuka puasa. Pada waktu ini, tubuh memang berada di kondisi energi rendah, tetapi setelah latihan Anda bisa langsung mengisi kembali cairan dan nutrisi yang hilang.
Pilihan kedua adalah setelah berbuka puasa, sekitar 1–2 jam setelah makan ringan. Ini merupakan waktu paling ideal karena tubuh sudah mendapatkan energi, sehingga latihan bisa lebih maksimal, terutama untuk angkat beban.
2. Fokus pada Intensitas Ringan hingga Sedang
Saat puasa, hindari latihan dengan intensitas terlalu tinggi. Kurangi beban dan volume latihan dibandingkan hari biasa. Fokuslah pada maintenance otot, bukan peningkatan performa ekstrem.
Latihan seperti full body workout, compound movement ringan, atau latihan mesin lebih disarankan dibandingkan latihan kardio berat yang berisiko menguras energi dan cairan tubuh secara berlebihan.
3. Perhatikan Asupan Saat Sahur
Sahur memegang peranan penting dalam menjaga energi selama latihan gym saat puasa. Konsumsi makanan tinggi protein, karbohidrat kompleks, dan lemak sehat. Contohnya nasi merah, oatmeal, telur, dada ayam, alpukat, dan kacang-kacangan.
Hindari makanan terlalu manis atau berlemak berlebihan karena dapat menyebabkan energi cepat turun. Jangan lupa minum air putih yang cukup untuk mencegah dehidrasi.
4. Buka Puasa dengan Nutrisi yang Tepat
Setelah latihan atau sebelum sesi gym malam, buka puasa dengan makanan yang mudah dicerna. Kombinasi karbohidrat sederhana (seperti kurma atau buah), protein, dan cairan sangat dianjurkan untuk mengembalikan energi tubuh.
Setelah itu, Anda bisa melanjutkan dengan makanan utama yang seimbang agar proses pemulihan otot berjalan optimal.
5. Dengarkan Sinyal Tubuh
Latihan gym saat puasa bukan soal memaksakan diri. Jika merasa pusing, lemas berlebihan, atau mual, sebaiknya segera berhenti. Setiap orang memiliki daya tahan tubuh yang berbeda, jadi penting untuk menyesuaikan intensitas latihan dengan kondisi fisik masing-masing.
6. Istirahat yang Cukup
Kurang tidur dapat membuat tubuh cepat lelah saat puasa. Pastikan waktu istirahat tetap terjaga meskipun jadwal tidur berubah selama Ramadan. Tidur yang cukup membantu menjaga hormon, fokus, dan energi saat berlatih.
Kesimpulan
Latihan gym saat puasa tetap bisa dilakukan dengan aman asalkan dilakukan secara cerdas. Mengatur waktu latihan, memilih intensitas yang sesuai, serta menjaga pola makan saat sahur dan berbuka adalah kunci utama agar energi tetap stabil. Dengan pendekatan yang tepat, puasa tidak menjadi penghalang untuk tetap aktif dan menjaga kebugaran tubuh.












